Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Artikel

Apa yang Akan Kamu Perbuat untuk Bangsa, Negara dan Agamamu?

Oleh : Muhammad Fahril Hilmi* "Apa cita-citamu nak?", Kata-kata ini sering kali diucapkan oleh seorang guru pada muridnya. Pertanyaan yang sangat menarik untuk dijawab murid-murid yang belum mengerti betapa keras usaha yang dibutuhkan untuk mewujudkan sebuah cita-cita. Realistis saja, sekarang sudah banyak terjadi. Akibat persaingan yang semakin ketat, ingin menjadi polisi namun hasilnya tak sesuai yang diharapkan, menjadi guru juga tak sesuai dengan apa yang diharapkan, begitu juga profesi lainnya, dari politikus hingga pemimpin negara. Tidak ada cita-cita yang dapat terwujud tanpa digapai dengan kerja keras, baik melalui sistem yang teratur dan sesuai prosedur maupun melalui proses cepat dengan jasa orang dalam yang kelak keduanya akan kembali kepada kualitas pribadi seseorang. Cobalah kita fokus ke cita-cita yang tak sampai. Penulis yakin ini adalah kejadian yang tidak jarang dialami oleh generasi yang punya cita-cita setinggi langit. Sudah tentu penyebab...

Aktor Pemimpin

Oleh: Machmud Yunus, S.S. MA * m achmud_ b anyumas@yahoo.co.id Krisis kepemimpinan sedang menerjang bangsa Indonesia, dimana ini bukanlah sebuah hal yang datang secara spontan. T eknologi dan informasi yang semakin mudah saat ini, tidak serta merta menjadikan bangsa lebih dewasa dan mempunyai jiwa kuat dibandingkan para pejuang dahulu. F enomena yang ditunjukkan status -status dalam akun media sosial seperti facebook yang terlihat begitu berlebihan, terlalu mendramatisi r dan mempertontonkan ke galau an , semakin menunjukkan kepribadian generasi hari ini yang kian rapuh dalam menghadapi berbagai persoalan yang sulit.  Aktor pemimpin merupakan manusia pilihan yang tangguh, karena diharuskan menjadi punggung tempat bersandar masyarakat yang lemah. Ini mengingatkan penulis pada sosok pahlawan nasional ; Soekarno dan Bung Hatta. Cara berfikir dan kecenderungan yang berbeda terlihat dari sosok Bung Karno yang meskipun terlahir dalam kondisi Indonesia sedang meng...

Pemuda Hari Ini, Pemimpin Hari Esok

*Oleh: Nurlatifah “Belajarlah sampai ke negeri Cina.” Pepatah yang sudah lama melekat di masyarakat. Berbagai kalangan tahu pepatah itu, tetapi hanya sebagian orang yang benar-benar mengerti akan maknanya. Menghadapi zaman yang semakin rusak, manusia terbuai dengan hal-hal yang serba instan. Terutama kaum muda masa kini, mereka lebih senang dengan segala sesuatu yang serba cepat, kurang sadar akan proses dan kebanyakan tidak ingin tahu menahu makna proses pembelajaran yang panjang. Hasil tidak akan mengkhianati proses kata salah seorang motivator. Tidak ada orang yang bodoh di dunia ini, yang ada adalah mereka yang malas belajar, itu yang harus diingat. Selama kita berusaha, tak ada jalan yang buntu. Berkaitan dengan pemuda masa kini, inilah yang selalu harus disadari. Kita sebagai generasi penerus yang akan menentukan masa depan umat dan bangsa ini, apakah akan melangkah dalam kemajuan atau jatuh dalam kemunduran? Tergantung sikap kita hari ini.  Meskipun Jepang adalah ...